Ukuran Modernitas Muhammadiyah: Dari Tradisional ke Liberal-Religius (Sebuah Tinjauan Historigrafi Filsafat)

Oleh: Ahmad Mujahid Ar-Rozy*

Dalam penelitian-penelitian sejarah dan sosiologi, Muhammadiyah pada tahun 1912 hingga 1990 dapat diidentikkan sebagai gerakan modernis. Hal ini sangat kentara, ketika peneliti seperti : Deliar Noer dan Mitsuo Nakamura menjustifikasi kesimpulan tersebut. Muhammadiyah dengan basis pendidikan Islam perkotaan telah mampu membangun infrastruktur dengan hebatnya. Dan ketika kepemimpinan AR Fakhruddin, Muhammadiyah mampu menerima Paus Paulus XVII dengan kiriman surat yang berisi tentang toleransi. Namun dalam perjalanan Muhammadiyah, dari tahun 1994 hingga sekarang, Muhammadiyah mulai kehilangan nilai historis-kulturalnya sehingga yang terjadi ekspresi keberagamaan yang ekstrimis. Pada tahun 1994 beberapa gerakan anak muda Muhammadiyah yang terlembagakan menjadi Gerakan Pemuda Ka’bah ( GPK ) melakukan tindak penjarahan terhadap etnis Tionghoa disebabkan provokasi dari oknum Partai Islam masa orde baru karena isu pribumisasi etnis.

Hal ini dapat diperhatikan, ternyata ‘agama’ mempunyai sarat berbagai kepentingan. Agama dipaksa masuk melalui komodifikasi yang sangat panjang. Maka tak salah jika Amin Abdullah menyebutnya sebagai multifaces. Karena agama dapat mempunyai wajah politik, ekstrimis, kelembagaan, dan lain-lain. Apalagi dalam beberapa kasus aktual ini, terdapat doktor kehaditsan yang melakukan plagiasi dalam tubuh kelembagaan Muhammadiyah. Nalar kritik pun tak dapat disampaikan karena klaim-klaim kesakralan. Karena kritik sakralitas ( taqdis al-afkar ad-dinniy ) disisihkan maka otoritas keagamaan pun makin menguat. Dampaknya otoritas keagamaan pun dapat dipolitisasi oleh mereka yang mempunyai daya kesewenangan. Arkoun mengilustrasikan seperti ini dengan “menyemprot bensin pada kobaran api” ( zabbu zait ‘alal naar ).

Upaya penjernihan kekalutan diatas perlu segera diamalkan jika tidak nama kelembagaan pun menjadi tidak bersih kembali. Dari hasil resume penulis ini. Perlu diamati Muhamadiyah dari :
1. Ketegasan teologis
2. Akal dinomorduakan
3. Pengertian jihad perspektif Muhammadiyah
4. Problem dialog teks-konteks yang berdampak konflik antar aliran agama dan agama
5. Rutinisme dalam belenggu konservatisasi

Maka gerakan ilmu menjadi konsep penting dimana Muhammadiyah dapat membenahi problematika diatas. Tentunya dalam proyek pengembangan filsafat Islam. Keragaman aliran-aliran dalam Islam dapat diamati dari atas. Yang mempunyai aspek : tauhid, ibadat, politik, syari’at, falsafat, tasawuf, dan tajdid.
1. Tauhid : Khawarij, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Murji’ah, dan Maturidiyah.
2. Ibadat : Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali.
3. Syari’at : Sama dengan ibadat.
4. Politik : Khawarij, Syi’ah, Sunni.
5. Falsafat : Tradisional dan Liberal.
6. Tasawuf : Syi’ah dan Sunni.
7. Tajdid : Tradisional dan Progresif.

Dalam penggambaran Harun Nasution semua menuju shirotul mustaqim. Dalam hal ini, mestinya sirkulasi masyarakat era industri dapat dirubah oleh Muhammadiyah menjadi masyarakat ilmu jika Muhammadiyah mampu memegang kunci peradaban utama melalui proses objektivikasi filsafat tadi. Penulis sepakat dengan pemetaan sosiologis yang dilakukan Habib Chirzin terdapat perubahan-perubahan dalam perspektif ilmu-ilmu kemasyarakatan ( al-‘ulum al-ijtimaa’iyaah ). Dapat diskemakan dibawah ini :

Masyarakat Industri
1 Hirarki
2 Keseragaman
3 Standarisasi
4 Sentralisasi
5 Efisiensi
6 Spesialisasi
7 Maksimalisasi
8 Kekayaan Material
9 Penekanan pada jumlah isi
10 Keamanan Diri

Masyarakat Ilmu

1  Kesetaraan
2 Keunikan pribadi dan kreativitas
3  Keanekaragaman
4 Desentralisasi
5  Efektifitas
6  Generasi, Interdisiplin, Holistik
7  Kualitas, hidup
8 Pelestarian Sumber Daya Alam
9 Penekanan pada Kualitas Keluaran
10 Ekpresi diri dan Aktualisasi Diri

*Penulis, Kabid Keilmuan PK IMM Ibnu Khaldun UGM

One thought on “Ukuran Modernitas Muhammadiyah: Dari Tradisional ke Liberal-Religius (Sebuah Tinjauan Historigrafi Filsafat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s